Di sebuah ruangan remang dia menahan napas bibirnya bergetar menahan desahan yang tak tertahankan. Dia memejamkan mata merasakan sensasi yang begitu pedas tapi nikmat dia menggigit bibir bawahnya mencoba menahan jeritan yang hampir keluar. Ini terlalu dalam dia berpikir "pelan pelan sayang" bisiknya dengan suara tercekat. Tapi dia tidak berhenti justru semakin dalam dia tahu ini gila tapi dia tidak bisa menolak. Setiap dorongan adalah campuran rasa sakit dan kenikmatan yang memabukkan tubuhnya bergetar hebat dia menyerah pada desahan yang keluar dari bibirnya. Ini benar benar gila dia ingin ini terus berlanjut bahkan jika itu berarti dia akan kesakitan. Dia tahu dia seharusnya berhenti tapi dia tidak bisa "lebih cepat" pintanya dengan suara serak. Dia tidak tahu apa yang merasukinya tapi dia menginginkannya lebih ini adalah perpaduan antara sakit dan nikmat yang belum pernah dia rasakan sebelumnya. Dia ingin merasakannya lagi dan lagi setiap sentuhan adalah kobaran api yang membakar hasratnya. Dia tidak peduli lagi dengan rasa sakitnya yang dia inginkan hanyalah lebih. Lebih banyak sensasi lebih banyak sentuhan lebih banyak segalanya dia merasa seperti melayang di awan tak peduli dengan dunia luar. Hanya ada dia dan kenikmatan yang memabukkan ini dia mengerang saat mencapai puncaknya yang menggila. Rasa sakit dan nikmat bercampur menjadi satu kesatuan yang indah dia terengah engah setelah semua ini berakhir. Tubuhnya lemas tapi hatinya dipenuhi kepuasan ini adalah rahasia kecil mereka yang tersembunyi jauh dari mata dunia. Sebuah cerita tentang sakit tapi enak sebuah kisah tentang batas yang dilewati dan kenikmatan yang ditemukan di antara rasa sakit dia tersenyum mengingat setiap detik yang memabukkan itu. Dia tahu dia akan melakukannya lagi "Enak ngewe sama kamu" bisiknya pada dirinya sendiri. Dia tidak bisa menyangkalnya ini memang sakit tapi enak. Sebuah kombinasi yang sempurna untuknya dia tersipu membayangkan ekspresinya saat dia meminta lebih. Dia siap untuk putaran berikutnya